Kamis, 03 Desember 2015

FASILITASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN MASYARAKAT KOTA DEPOK DALAM UPAYA P4GN



DESKRIPSI GIAT :

Kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat di Lingkungan Masyarakat Kota Depok merupakan kelanjutan dari kegiatan FGD Bidang P4GN yang sebelumnya telah dilaksanakan bagi para Penegak Hukum di Kota Depok. Dalam kegiatan tersebut dibahas mengenai tindaklanjut perihal belum terbentuknya Tim Asesmen Terpadu (TAT) di Kota Depok. Oleh karena itu BNN Kota Depok bermaksud melakukan fasilitasi dengan Polres Kota Depok, Kejaksaan Negeri Kota Depok serta Dinas Kesbangpolinmas Kota Depok guna membahas keberadaan TAT di Kota Depok. Dalam kegiatan tersebut juga disinggung terkait pendirian Klinik Pratama di BNN Kota Depok, dimana Klinik Pratama tersebut selain sebagai IPWL juga dapat sebagai sarana konsultasi terkait penyalahgunaan Narkotika serta juga sebagai salah satu dasar pendirian TAT di Kota Depok. Adapun tanggapan dari peserta yang hadir, mewakili dari Polres dan Polsek Kota Depok, Kejaksaan Negeri Kota Depok serta Kesbangpolinmas Kota Depok sangat setuju dan mendukung sepenuhnya langkah-langkah BNN Kota Depok terkait terbentuknya TAT di Kota Depok.

Rabu, 21 Oktober 2015

FGD BIDANG P4GN DI LINGKUNGAN KELURAHAN BEJI TIMUR KOTA DEPOK



DESKRIPSI GIAT :

Dalam rangka membentuk ketahanan keluarga, khususnya remaja di Kota Depok serta dengan kondisi penyalahgunaan Narkotika di Kota Depok yang sudah cukup mengkhawatirkan, BNN Kota Depok selaku focal point dalam hal Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) mengadakan Kegiatan FGD Bidang P4GN dimana salah satu targetnya adalah di Lingkungan Kelurahan, khususnya di Kelurahan Beji Timur Kota Depok. Sebagai pembuka, Sunarto selaku Narasumber pertama mengungkapkan hasil penelitian BNN Kota Depok dengan Puslitkes UI pada tahun 2012 yang menyatakan bahwa 6 dari 100 pelajar di Kota Depok telah menyalahgunakan Narkotika dan 3 diantaranya sudah masuk dalam kategori teratur pakai. “Kondisi tersebut tentunya perlu perhatian dan penanganan lebih lanjut, khususnya dari para orangtua. Karena keluarga merupakan benteng pertama anak dalam pencegahan penyalahgunaan Narkotika” jelas Sunarto. Lebih lanjut Sunarto juga menambahkan bahwa perlu adanya sinergitas antara orangtua, aparat instansi pemerintah (dalam hal ini Kelurahan Beji Timur), aparat penegak hukum dan BNN Kota Depok. “Karena P4GN tidak akan berjalan maksimal apabila hanya dilaksanakan oleh BNN Kota Depok atau tanpa kerjasama dengan semua elemen masyarakat.” Acara kemudian dilanjutkan oleh Ketut Ria Kusumawati selaku Narasumber kedua, dimana Ria sedikit menyampaikan akan deteksi dini penyalahguna Narkotika serta dampak penyalahgunaan Narkotika. Ria kemudian memandu peserta untuk membuat 4 (empat) kelompok, dimana nantinya tiap kelompok akan memaparkan kondisi penyalahgunaan Narkotika di lingkungannya serta langkah apa saja yang telah dilakukan guna mengatasi penyalahgunaan Narkotika tersebut. Pemaparan dari tiap kelompok itu akan dilakukan pada kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat di Lingkungan Kelurahan Beji Timur Kota Depok.

Selasa, 20 Oktober 2015

FASILITASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN SMA YAPEMRI KOTA DEPOK DALAM UPAYA P4GN



DESKRIPSI GIAT :

Kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat di Lingkungan SMK Yappa Kota Depok merupakan kelanjutan dari kegiatan FGD Bidang P4GN yang sebelumnya telah dilaksanakan di SMK Yappa Kota Depok. Dalam kegiatan tersebut siswa/i yang sebelumnya telah dibagi menjadi 4 kelompok (masing-masing terdiri dari 5 siswa/i) memaparkan kondisi penyalahgunaan Narkotika, baik di lingkungan sekolah mereka maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing serta langkah-langkah apa yang perlu dilakukan guna menanggulangi apabila terjadi penyalahgunaan Narkotika di lingkungan tersebut. Dalam forum tersebut, ada saran dari siswa/i SMA Yapemri Kota Depok untuk dilakukan tes urin secara berkala kepada siswa/i SMA di Kota Depok, khususnya di SMA Yapemri Kota Depok dengan tujuan mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkotika di kalangan siswa/i SMA Yapemri Kota Depok. Menanggapi hal tersebut, Sunarto selaku Narasumber pertama mengungkapkan apresiasinya terhadap saran dari siswa/i SMA Yapemri Kota Depok. “Perlu adanya perhatian dan tindakan yang sungguh-sungguh dari semua pihak, baik pemerintah, elemen masyarakat, maupun lingkungan pendidikan, sehingga akan tercipta “People Power Against Drugs” yang merupakan salah satu kekuatan dalam pelaksanaan P4GN.” pungkas Sunarto. Sebagai penutup, Purwoko Nugroho selaku Narasumber kedua juga menyampaikan tentang program Rehabilitasi, dimana para penyalahguna Narkotika pada dasarnya adalah korban yang harus direhabilitasi. Pemenjaraan atau pengkriminalan bukan jalan terbaik karena tidak akan mengurangi jumlah penguna Narkotika.

Senin, 19 Oktober 2015

FGD BIDANG P4GN DI LINGKUNGAN SMA YAPEMRI KOTA DEPOK



DESKRIPSI GIAT :

Dalam rangka membentuk perilaku remaja, khususnya pelajar SLTA di Kota Depok serta dengan kondisi penyalahgunaan Narkotika di Kota Depok yang sudah cukup mengkhawatirkan, BNN Kota Depok selaku focal point dalam hal Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) mengadakan Kegiatan FGD Bidang P4GN dimana salah satu targetnya adalah di Lingkungan Pendidikan, khususnya di SMA Yapemri Kota Depok. Sebagai pembuka, Sunarto selaku Narasumber pertama mengungkapkan hasil penelitian BNN Kota Depok dengan Puslitkes UI pada tahun 2012 yang menyatakan bahwa 6 dari 100 pelajar di Kota Depok telah menyalahgunakan Narkotika dan 3 diantaranya sudah masuk dalam kategori teratur pakai. “Kondisi tersebut tentunya perlu perhatian dan penanganan lebih lanjut, khususnya dari para orangtua. Karena keluarga merupakan benteng pertama anak dalam pencegahan penyalahgunaan Narkotika” jelas Sunarto. Lebih lanjut Sunarto juga menambahkan bahwa perlu adanya sinergitas antara orangtua, aparat instansi pemerintah (dalam hal ini Kelurahan Kalibaru), aparat penegak hukum dan BNN Kota Depok. “Karena P4GN tidak akan berjalan maksimal apabila hanya dilaksanakan oleh BNN Kota Depok atau tanpa kerjasama dengan semua elemen masyarakat.” Acara kemudian dilanjutkan oleh Mia Marina selaku Narasumber kedua, dimana Mia sedikit menyampaikan akan deteksi dini penyalahguna Narkotika serta dampak penyalahgunaan Narkotika. Mia kemudian memandu peserta untuk membuat 4 (empat) kelompok, dimana nantinya tiap kelompok akan memaparkan kondisi penyalahgunaan Narkotika di lingkungannya serta langkah apa saja yang telah dilakukan guna mengatasi penyalahgunaan Narkotika tersebut. Pemaparan dari tiap kelompok itu akan dilakukan pada kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat di Lingkungan SMA Yapemri Kota Depok.

Selasa, 13 Oktober 2015

FASILITASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN KELURAHAN KALIBARU KOTA DEPOK DALAM UPAYA P4GN



DESKRIPSI GIAT :

Kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat di Lingkungan Kelurahan Kalibaru merupakan kelanjutan dari kegiatan FGD Bidang P4GN yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kelurahan Kalibaru Kota Depok. Dalam kegiatan tersebut para peserta yang sebelumnya telah dibagi menjadi 4 kelompok (masing-masing terdiri dari 5 orang) memaparkan kondisi penyalahgunaan Narkotika di lingkungan tempat tinggal masing-masing serta langkah-langkah apa yang perlu dilakukan guna menanggulangi apabila terjadi penyalahgunaan Narkotika di lingkungan tersebut. Dalam forum tersebut, terungkap bahwa di daerah Kelurahan Kalibaru terdapat kasus dimana ada sebuah kos-kosan yang digunakan sebagai tempat penyalahgunaan Narkotika. Tindak lanjut dari kasus tersebut, masyarakat Kelurahan Kalibaru kemudian lebih mengetatkan aturan wajib lapor, khususnya kepada para pendatang di Kelurahan Kalibaru agar tidak terulang kembali kasus serupa. Menanggapi hal tersebut, Sunarto selaku Narasumber pertama mengungkapkan apresiasinya terhadap langkah yang telah dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Kalibaru Kota Depok. “Perlu adanya perhatian dan tindakan yang sungguh-sungguh dari semua pihak, baik pemerintah, elemen masyarakat, maupun lingkungan pendidikan, sehingga akan tercipta “People Power Against Drugs” yang merupakan salah satu kekuatan dalam pelaksanaan P4GN.” pungkas Sunarto. Sebagai penutup, Purwoko selaku Narasumber kedua juga menyampaikan tentang pola hidup sehat di lingkungan keluarga serta program Rehabilitasi. “Dengan menerapkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga ataupun masyarakat, diharapkan dapat menghindarkan masyarakat, khususnya remaja, dari penyalahgunaan Narkotilka” papar Purwoko.

Senin, 12 Oktober 2015

FGD BIDANG P4GN DI LINGKUNGAN KELURAHAN KALIBARU KOTA DEPOK



DESKRIPSI GIAT :

Dalam rangka membentuk ketahanan keluarga, khususnya remaja di Kota Depok serta dengan kondisi penyalahgunaan Narkotika di Kota Depok yang sudah cukup mengkhawatirkan, BNN Kota Depok selaku focal point dalam hal Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) mengadakan Kegiatan FGD Bidang P4GN dimana salah satu targetnya adalah di Lingkungan Kelurahan, khususnya di Kelurahan Kalibaru Kota Depok. Sebagai pembuka, Sunarto selaku Narasumber pertama mengungkapkan hasil penelitian BNN Kota Depok dengan Puslitkes UI pada tahun 2012 yang menyatakan bahwa 6 dari 100 pelajar di Kota Depok telah menyalahgunakan Narkotika dan 3 diantaranya sudah masuk dalam kategori teratur pakai. “Kondisi tersebut tentunya perlu perhatian dan penanganan lebih lanjut, khususnya dari para orangtua. Karena keluarga merupakan benteng pertama anak dalam pencegahan penyalahgunaan Narkotika” jelas Sunarto. Lebih lanjut Sunarto juga menambahkan bahwa perlu adanya sinergitas antara orangtua, aparat instansi pemerintah (dalam hal ini Kelurahan Kalibaru), aparat penegak hukum dan BNN Kota Depok. “Karena P4GN tidak akan berjalan maksimal apabila hanya dilaksanakan oleh BNN Kota Depok atau tanpa kerjasama dengan semua elemen masyarakat.” Acara kemudian dilanjutkan oleh Mia Marina selaku Narasumber kedua, dimana Mia sedikit menyampaikan akan deteksi dini penyalahguna Narkotika serta dampak penyalahgunaan Narkotika. Mia kemudian memandu peserta untuk membuat 4 (empat) kelompok, dimana nantinya tiap kelompok akan memaparkan kondisi penyalahgunaan Narkotika di lingkungannya serta langkah apa saja yang telah dilakukan guna mengatasi penyalahgunaan Narkotika tersebut. Pemaparan dari tiap kelompok itu akan dilakukan pada kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat di Lingkungan Kelurahan Kalibaru Kota Depok.

Kamis, 08 Oktober 2015

FASILITASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN KELURAHAN CILODONG KOTA DEPOK DALAM UPAYA P4GN



DESKRIPSI GIAT :

Kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat di Lingkungan Kelurahan Cilodong merupakan kelanjutan dari kegiatan FGD Bidang P4GN yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kelurahan Cilodong Kota Depok. Dalam kegiatan tersebut para peserta yang sebelumnya telah dibagi menjadi 4 kelompok (masing-masing terdiri dari 5 orang) memaparkan kondisi penyalahgunaan Narkotika di lingkungan tempat tinggal masing-masing serta langkah-langkah apa yang perlu dilakukan guna menanggulangi apabila terjadi penyalahgunaan Narkotika di lingkungan tersebut. Dalam forum tersebut, terungkap bahwa di daerah Kelurahan Cilodong terdapat sebuah keluarga dimana kepala keluarga tersebut menyalahgunakan Narkotika jenis ganja dan mengakibatkan keluarga tersebut tidak harmonis. Salah seorang peserta yang merupakan tetangga dari keluarga tersebut kemudian memberikan saran agar dilakukan pengobatan atau rehabilitasi terhadap kepala keluarga tersebut. Menanggapi hal tersebut, Sunarto selaku Narasumber pertama mengungkapkan apresiasinya terhadap langkah yang telah dilakukan oleh salah satu peserta tersebut. “Kondisi tersebut tentu sangat memprihatinkan dan perlu segera di antisipasi, terutama agar anak-anak dalam keluarga tersebut tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan Narkotika akibat tindakan ayah mereka. Perlu adanya perhatian dan tindakan yang sungguh-sungguh dari semua pihak, sehingga ke depan akan tercipta lingkungan Kelurahan Cilodong bersih dari penyalahgunaan Narkotika.” pungkas Sunarto. Sebagai penutup, Purwoko selaku Narasumber kedua juga menyampaikan tentang pola hidup sehat di lingkungan keluarga serta program Rehabilitasi. “Dengan menerapkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga ataupun masyarakat, diharapkan dapat menghindarkan masyarakat, khususnya remaja, dari penyalahgunaan Narkotilka” papar Purwoko.